“SADARLAH”
Karya : Moh Fachri Farid, SE.
Wahai
Ummat Manusia seluruh alam
Sadarlah
siapa diri kalian sebenarnya?
Siapa
yang menciptakan dan memberi hidup?
Karena
itu berfikirlah !
Dengan
akal sehat dan jernih
Dunia
hanyalah sebuah permainan belaka
Jangan
gegabah dan terbawa oleh arus zaman
Terpaku
jabatan, harta, wanita semata
Tapi
kejarlah ilmu bermanfaat bagi manusia
Pelajari
dan amalkan dengan sebaik-baiknya
Kemegahan
dan kekuasaan yang kita cari
Tak
akan membawa kebahagiaan hidup
Namun,
Iman dan Taqwa yang tertanam
Akan
membina hati dan jiwa tenang serta damai
Karena
Allah dekat .... sangat dekat dengan kita
Perbanyak
dzikir kepada Illahi Rabbi
Tingkatkan
mutu Iman dan Taqwa
Shalat
jangan kita tinggalkan
Dan
berbuat baiklah antar sesama manusia
Dengan
tulus dan ikhlas
Agar
kehidupan dunia bahagia ......
Lahir
dan Bathin .....
(di tulis pada
tanggal : 24 September 1999)
“SMP MUHAMMADIYAH 17 SELALU ADA DAN BERSINAR”
Karya
: Moh Fachri Farid, SE.
Sejak berdiri, 10
Oktober Tahun 1964
Langkah demi langkah,
teriring dalam do’a
Bergerak dan berkreasi
ciptakan sebuah prestasi
Membangun dalam
menumbuhkembangkan insan
SMP Muhammadiyah 17
Ciputat
Selalu ada, memajukan
pendidikan….
Pergerakan Amal Usaha
Muhammadiyah
Sebagai Amanah Lembaga
Pendidikan Masyarakat
Membina, mendidik, dan
mencetak generasi bangsa
Berilmu, bertaqwa, dan
berakhlaq
Berdaya guna bagi masa
depan
Untuk Agama dan Bangsa
SMP Muhammadiyah 17
Ciputat
Selalu bersinar, dalam
kebaikan….
Selama 47 Tahun
berdiri
Diterpa tantangan,
rintangan, dan hambatan
Menghadang, penuh suka
duka, susah senang
Banyak sudah anak
didik yang meraih kesuksesan
Mulai dari melanjutkan
pendidikan
Ke Perguruan,
mengabdi, bekerja
Pada Instansi
Pemerintah maupun swasta
Dari Tingkat Desa,
Kota, hingga Provinsi
SMP Muhammadiyah 17
Ciputat
Selalu ada,
mensukseskan pendidikan….
Yakinlah kepada Tuhan
Yang Esa
Ikhlaskan hati, jiwa,
dan raga
Saat bekerja,
mengajar, dan belajar
Hadirkan kebersamaan
dan kenyamanan
Dalam keindahan, dan
ketentraman
SMP Muhammadiyah 17
Ciputat
Maju bersama, sukses
bersama
Masa kini, hingga masa
nanti ….
(By
Date : 15
Mei 2011, 24.35 WIB)
(di tulis pada : Senin, 26 Agustus 2002 Clock : 16.30 WIB)
"SEMOGA BERMANFAAT"
“CERMIN RETAK MEMBUATKU TAK SEMPURNA”
Karya
: Moh Fachri Farid, SE.
Aku terlena oleh kata-kata manismu
Engkau pandai membuatku terbang
Melesatkan tepat mengarah didada
Tiada kata-katamu yang tak sempurna
Halus pujimu membuatku tertidur
Dalam lamunan malam yang panjang
Kuberharap apa yang terucap dari bibirmu
Bukanlah permainan kata-kata semu belaka
Harapan dan impian yang terlantun
Adalah sebuah kenyataan terealisasikan
Dalam kehidupan nyataku ….
Tertusuk aku dengan tajamnya lisanmu
Terkadang kumenjadi terbuai dan lalai
Siapakah aku sesungguhnya, hinggaku berharap
Pangeran sempurna menyambut dan menyematkan
Cincin di jari manisku, sebagai permaisuri terangi
Hati, jiwa raga, dan kebahagiaan hidupnya …
Khayalan ingin menjadi Cinderella, tertegun aku di depan cermin
Ternyata retak ditanganku, memandang “aku tak sempurna”
Berulang-ulang kali kucoba raih cermin itu kembali, yang tampak
Memandang “sungguh memang aku tak sempurna”
Lalu cermin itu kubanting berserak kepingan pecahan diatas lantai
Melukai jemari tanganku dan kakiku, pantaskah aku mendapatkan
Dari seseorang yang kuanggap sempurna
Kini hancur dengan ketiadasempurnaan …
(di tulis pada : Rabu,
14 Oktober 2009 – Clock : 02.50 WIB).
“ADAKAH CINTA SEJATI”
Karya : Moh
Fachri Farid, SE.
Berpijak menapaki bumi, mendaki gunung Himalaya
Sebrangi samudera pasifik, ciptakan sebuah kreasi
Dalam meraih suatu prestasi dengan rela hati
Adakah sebuah cinta sejati menghampiri diri
Hadir dengan penuh kejujuran dan kesetiaan
Terima apa adanya tak banyak menuntut materi
Mencari kekasih tak mesti cantik
Asal manis, berbudi pekerti, dan mengerti
Amanah dan pandai menjaga hati
Piawai dan cerdas, santun lisannya
Serta santun perbuatannya
Cinta sejati tak harus mengenal kaya harta
Namun kaya hati, ikhlas penuh simpatik
Susah senang, suka duka, dan pahit manis
Selalu dalam kebersamaan dan keharmonisan
Dengan iman hanya meraih ridho Illahi
Selamanya … hingga menjelang ajal menanti
(di tulis pada : Kamis,
26 Mei 2011 Clock : 23.15 WIB)
“NARKOBA”
Karya : Moh Fachri
Farid, SE.
Tertawa sendiri seperti orang gila
Menghayal yang tiada menentu arah
Terdiam lemas dan kaku, tak berdaya
Untuk mengerakkan tubuh
Jika memakai barang ini, timbul keinginan
Melakukan kejahatan, mengusik, bahkan
Menjahili kepada setiap orang
Hingga sampai terjerat mencuri dan
Merampok dilakoninya tanpa sadar
Tatkala masa sakau tiba, berbagai carapun
Mereka bertindak dan berbuat seperti setan
Tak perduli, asalkan mendapatkan barang itu
Narkoba… Narkoba…
Membuat senang, tertawa riang penuh hiru pikuk
Tubuh melayang diatas awan dan pikiran melambung
Terbang hingga nerawang kedalam alam khayalan
Wahai kawan …, generasi penerus bangsa
Hindari dan jauhilah Narkoba
Jangan mudah terpengaruh jika ditawari
Dalam pergaulan, waspada dan mawas dirilah
Berantas para pengedar dan pemakai
Tindak sesuai Hukum dan Undang-Undang
Karena merusak akhlaq dan sel organ tubuh
Kepuasan sesaat, tanpa sadar perlahan-lahan
Dapat merenggut nyawa..
Perbanyak ibadah kepada Illahi Rabbi
Pelihara dan jagalah shalat sebagai perisaimu
Kunjungi Majelis Ta’lim, melalui siraman rohani
Baca dan amalkan Al-Qur’an dengan baik
Untuk perkaya hati jiwa dan jasmani
Agar terhindar dan terjauhi oleh Narkoba
Barang yang diharamkan Agama
Diperangi oleh bangsa dan Negara ….
(di tulis pada : 21
Februari 2000, Clock : 01.30 WIB)
“SEORANG BIDUWAN PANGGUNG”
Karya : Moh
Fachri Farid, SE.
Bernyanyi diatas panggung
Yang penuh fantastik
Membawakan sebuah lagu
Dangdut penghibur hati
Bagi setiap kalangan
Remaja, tua, maupun muda
Semua bergoyang dengan
Alunan irama musik
Yang mengasyikkan
Dendang suara yang merdu dan lembut
Goyangan pinggul yang penuh pesona diri
Siapapun … pasti akan melirik memandang
Tanpa henti perasaan senang dan gembira
Seorang biduwan panggung memang cantik
Membuat penonton bersorak sorai
Mendapatkan respon dengan saweran
Berlimpah karena disambut menarik
Memang banyak rayuan dan godaan
Menyapa dan menghampiri
Kalau tak mampu menahan diri
Dimana terkenal lalu dilirik
Hingga bisa terjatuh dan terbuai
Jadilah biduwan panggung
Hanya sebatas sebagai penghibur
Mencari sebuah rezeki ….
(di tulis pada : Jum’at,
31 Agustus 2002 Clock : 14.30 WIB)
“TUJUH BELAS AGUSTUS”
Karya : Moh
Fachri Farid, SE.
Pada Tahun Sembilan belas empat puluh lima
Tepatnya pada hari Jum’at tanggal 17 Agustus
Para pejuang ; tentara, petani, dan seluruh
Rakyat Indonesia, berkumpul dan dan menanti
Menyambut kehadiran kemerdekaan
Dengan alunan kata-kata yang tegas hingga lantang
Secara serentak dan sangat kompak
Merdeka .… Merdeka …. sekali merdeka, tetap merdeka
Kini Indonesia telah bebas dari belenggu penjajahan
Tujuh belas agustus ….
Yang kita peringati setiap tahun, harus kita isi
Manfaatkan dengan baik dan benar
Baik dari sabang sampai merauke
Dimana seluruh rakyat Indonesia
Ikut merayakan dan memeriahkan
Melalui berbagai macam kegiatan
Penuh suka, duka, canda, dan tawa
Tujuh belas agustus ….
Sebuah moment bagi rakyat Indonesia
Patut kita syukuri, renungi, dan pelajari
Dengan penuh hati dan jiwa raga
Jangan kalian nodai dan kotori
Hanya dengan keserakahan, kebiadaban,
Kecurangan, bahkan kemunafikan
Wahai para konglomerat dan pejabat ….
Jadilah kalian orang yang dermawan
Tidaklah tamak dan serakah demi kepentingan
Hanya untuk kebutuhan, buat isi perut serta kantong
Pribadi sendiri menjulang tinggi membuat sombong
Hingga menjadi kikir diri terhadap fakir miskin
Wahai para pemimpin negeri dan kalangan atas ….
Jalankan tugas penuh jujur dan tanggung jawab
Turuti dan dengarkan setiap aspirasi rakyat
Secara adil, arif, serta bijaksana
Wahai para alim ulama ….
Pimpinlah ummat dengan baik dan benar
Sesuai tuntunan Islam melalui Al-Qur’an dan Hadits
Penuh keikhlasan dan ketulusan hati
Tujuh belas agustus ….
Semoga kelak membawa titik terang
Untuk kemajuan dan kesuksesan
Dimasa kini maupun dimasa mendatang
Menjadikan sebuah negeri yang damai, aman,
Dan sejahtera, Negeriku …. Indonesia tercinta
(di tulis pada : Senin, 26 Agustus 2002 Clock : 16.30 WIB)
“ANAK PARKIRAN”
Karya : Moh
Fachri Farid, SE.
Dijalanan penuh asap dan debu
Mencari sepeser uang demi kebutuhan hidup
Dari pagi, siang, sore, hingga menjelang malam
Disinari panasnya terik matahari, bahkan jika
Hujan lebat turun membasahi bumi
Dengan hati senang dan gembira
Berjibaku tanpa lelah maupun letih
Kami tak perduli tetap melakukannya
Sabatang rokok yang kami hisap
Suapan nasi tercampur lauk pauk
Yang kami makan, terasa nikmat
Setelah selesai
memarkir
Pekerjaan kami ini memang buruk dan kotor
Bagi mereka yang memandang sebelah mata
Namun tak haram dan menyakitkan
Sebab cara kami halal, baik dan penuh senyum
Dikasih kami bersyukur, tak dikasih kamipun
Tidak memaksa melalui kekerasan, dan kami
Tak pernah menggerutu ….
Kami sebagai anak parkiran jalanan
Hanya bisa merenungi nasib yang ada
Daripada menganggur tanpa karuan
Tapi kami manfaatkan dan isi waktu
Dengan memarkir di jalanan
Di tempat kami markir,bercampur baur
Berbagai macam karakter ada yang brutal,
Kalem, dan juga bijaksana
Kami sebagai anak parkiran tetap
Tampilkan sikap memberikan kesan
Baik dan sopan kepada pengguna
Yang hulu lalang di jalan raya
Wahai para pejabat atau pengusaha
Lihatlah kami, seorang anak parkiran
Terkadang hanya mengganggu dijalanan
Namun terkadang membantu
Kami tunggu keperdulian kalian
Berikanlah kepada kami pekerjaan
Yang layak dan pantas untuk dikerjakan
Bimbinglah dan arahkanlah kami
Agar tidak menjadi preman dan jagoan
Kehidupan cerah, ceriah, dan cemerlang
Karena masa depan jelas dan terarah ….
(di tulis pada : 25
Oktober 1999, Clock : 02.00 WIB)
“SUKA DUKA MENJADI PELAJAR”
Karya : Moh Fachri Farid, SE.
Setiap pagi hari kuterbangun dari tidurku sepanjang
malam
Lalu aku membereskan kasur mempersiapkan peralatan dan
Perlengkapan sekolah, kujadikan sebagai suatu nilai
ibadah
Yang memberikan makna sangat mendalam
Setelah itu aku mandi, berpakaian, memakai sepatu
Kemudian melangkahkan kedua kakiku pergi
Untuk menuju ke sekolah, yang terkadang berat
Juga terkadang ringan, namun bila dikerjakan
Dengan niat dan kemauan terasa nikmat
Memang tak mudah menjadi seorang pelajar
Banyak saja godaan, rayuan, bahkan bisikan
Dapat membuat diri kita menjadi malas
Sehingga berkelakuan dan bersikap
Ngawur tanpa arah tujuan karena
Tanpa sadarkan diri telah mengikuti
Langkah syaithan yang menyesatkan
Menjadi seorang pelajar yang baik dan bijak
Banyak tantangan dan rintangan menghadang
Penuh resiko serta tanggung jawab yang tinggi
Harus selalu berusaha untuk ciptakan dan realisasikan
Belajar dengan tekun dan juga rajin
Suka duka, namun memberikan manfaat
Hingga kelak suatu saat nanti akan hadir menghampiri
Kesuksesan, keberhasilan, dan kemajuan
Hasil dari sebuah kerja keras secara ikhlas
Bagi keluarga, sekolah, nusa bangsa, Negara, dan agama
Selamanya …. Sepanjang akhir hayat
(di tulis pada : Minggu, 21
Agustus 2011, Clock : 05.30 WIB)
“SEBUAH
ARTI HIDUP DAN KEHIDUPAN”
Karya : Moh
Fachri Farid, SE.
Ada noda dan salah, yang terjadi pada setiap insan
Terkadang terlontar yang tanpa kendali
Hanya meninggalkan penyesalan mendalam
Karena membuat diri terombak-ambik
Kehidupan dunia memang aneh dan penuh tipu daya
Tak mengenal mana baik, mana buruk, mana halal, mana
haram
Asal hati senang mendapatkan sesuatu untuk dinikmati
dalam
Genggaman kepuasan hawa nafsu sesaat, buat mata hati
nurani
Menjadi gelap dan kusam, hingga berprilaku
kesyaithanan
Sebagai penopang diri, berdzikir dan bertasbihlah
kepada-Nya
Setiap saat melalui lisan maupun hati tanpa henti
dengan ikhlas
Sehingga naungan ridho dan berkah Allah … Azza
wajalla,
Sang Maha Khalik, Sang Maha Pengasih, dan Maha
Penyayang
Menyertai dalam langkah hidup dan kehidupan insan
Bersinar kehidupan sepanjang hari
Melalui perisai shalat dan Al-Qur’an
Dapat hadirkan sebuah arti tentang
Kebahagiaan hidup dan kehidupan
Ketika ajalpun menjemput, kita kembali
Kepangkuan Illahi Rabbi ….
Meninggalkan alam dunia menuju alam kubur
Senantiasa berpegang teguh dan Istiqomah
Dalam ke-Imanan dan ke-Islaman
Hati dan jiwa raga selalu tentram, damai,
Sejahtera penuh senyum serta syukur
Meninggal khusnul khotimah
Dikenang dan dikenal, menjadi insan
Bermanfaat dalam hidup dan kehidupan
(di tulis pada : Sabtu,
23Mei 2011, Clock : 23.30 WIB)
“CERMIN KEHIDUPAN”
Karya : Moh
Fachri Farid, SE.
Berbagai macam teguran dan peringatan
Selalu dan telah terpancar melanda kedalam
Kehidupan dunia, yang kehadirannya Nampak
Nyata membuat manusia menjadi takut, resah dan gelisah
Bahkan ada yang sampai menangis penuh haru
Sehingga hati, jiwa, dan pikiran menjadi gila
Karena tak mampu mengikuti arus derasnya
Kehidupan dunia yang tak dapat kita tebak
Sungguh aneh dan mengherankan, terkadang
Wajar dan sangatlah wajar, kalau setiap tahunnya
Musibah dan atau bencana hadir melanda dunia
Dan siapapun tak dapat menghindari atau mengelaknya
Merugikan, menelan, bahkan sampai memakan banyak
Korban nyawa bergelimpangan dimana-mana
Tsunami, gempa bumi, kekeringan, kebanjiran,
kerusuhan, kebiadaban, keserakahan, kecurangan,
Hingga kemelorotan akhlaq moral dapat berakibat
Membuahkan murkanya Allah kepada kita dan dunia
Disaat menerjang, manusia hanya bisa terdiam tak
berdaya
Hanya dapat merenung, menyaksikan dengan mata terbuka
Ketika musibah dan atau bencana itu terjadi
Tak difahami untuk dijadikan cerminan, tapi hanya
dijadikan
Sebuah tontonan dan panjangan hal biasa dalam
kehidupan
Yang ada manusia angkuh, congkak, dan mangkak
Ya Allahu Rabbi …., Engkaulah tumpuan sebagai penolong
kami
Hindarkan kami dari kekafiran dan kekufuran
Dapat terketuk pintu hati dan jiawa raganya
Berbuat kebaikan, kebajikan, dan kebenaran
Melalui Dzat-Mu Yang Maha Tinggi ….. Amiin.
(di tulis pada : Kamis,
5 September 2010 Clock : 22.30 WIB)
“BERSIKAP IKHLAS
KEPADA-NYA”
Karya : Moh Fachri Farid, SE.
Kaki berjalan tertatah titih dan tergores
Oleh kerikil-kerikil tajam yang menghalangi
Tersimpan luka dan duka di hati sanubari
Tersirat kepedihan, keperihan, dan kesakitan
Menyembunyikan luka dihati yang dirundu
Rasa kegagalan dan kekecewaan, namun
Kuhanya bisa bersikap ikhlas kepada-Nya
Langkah demi langkah kuberjalan
Kusingsingkan kehampaaan dan kegalauaan
Hati, dan jiwa raga yang sesungguhnya merana,
Menangis dan menjerit, seakan tak mampu
Menguasai serta
mengendalikan
Pada kehidupan yang kujalani
Kuhanya bisa bersikap ikhlas kepada-Nya
Di tengah malam yang sejuk, sunyi, dan dingin
Kubersujud kepada Sang Maha Khalik
Ya Allahu Rabbi… bila deritaku apa yang dirasa
Dan dirasakan jadikanlah selalu sebuah langkah
Penopang aku mendekatkan diri kepada-Mu
Tetapkanlah aku dalam genggaman takdir-Mu
Sebagai hamba yang ikhlas, sabar, dan syukur
Tempatkan pada golongan orang-orang mu’min,
Istiqomah, dan tawadhu dalam menjaga
Ke-imanan dan ke-Islaman dalam dada,
Hati jiwa raga ini sampai mati ……….
(di tulis pada : Senin,
15 November 2010, Clock : 20.30 WIB)
“Wanita dan Cinta”
Karya :
Moh Fachri Farid, SE.
Diantara
wanita yang kukenal
Tatkala ada yang menghampiri
Hendak kuhampiri, mendekati
Namun tak kuasa hati berkata
Masih terluka oleh masa lalu
Hati ingin menutup diri
Aku tak ingin mengenal
Wanita dan cinta, untuk saat-saat kini
Berjalan dalam kesendirian
Terasa lebih indah dan damai
Meniti karir, dan membahagiakan
Orang Tua, yakni ibuku seorang diri
Tanpa dugaan dan tanpa harapan
Mengapa kau menghampiri
Aku tak tau, apa dibalik ini
Apakah cinta, musibah, atau ujian
Aku tak mau gegabah dan salah
Melangkah dan menilai
Biarlah waktu demi waktu
Uraian cinta, kasih, dan sayang
Akan terungkap dalam genggaman
Suara hati, langkah diri, dan do’a
Maafkanlah aku, bila sikap
sifatku
Buat terluka, tersakiti
hatimu
Sungguh kutakbermaksud
Hendak mempermainkanmu
Bila kau percaya kepadaku
Terimalah aku, dengan
sebuah
Satu kata, Iya atau
tidak.....?
Semoga kebersamaan yang
Hendak terjalin akan
terikat
Hanya dengan kesabaran,
ketulusan,
Dan kesetiaan hati.....
(di tulis pada : 26 JUNI 2011, 22.00 WIB)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar